[Bahasa] Kajian Pengembangan Kawasan Ekonomi Daerah Berbasis Komoditas Unggulan Melalui Skema Pembangunan Kawasan Perdesaan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp

Kajian Pengembangan Kawasan Ekonomi Daerah di Kabupaten Lampung Timur menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan, tingginya kemiskinan (13,19%), serta buruknya kualitas infrastruktur jalan dan irigasi menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi sektor primer yang menyumbang 31,75% PDRB daerah. Meskipun memiliki potensi besar pada komoditas unggulan seperti padi sawah, kelapa, kelapa sawit, pisang, dan udang vanname di kawasan perbatasan, nilai tambah produk tersebut belum dapat dinikmati secara maksimal oleh masyarakat desa akibat keterbatasan industri pengolahan hilir, rantai pasok yang belum terintegrasi, dan fragmentasi perencanaan pembangunan yang bersifat desa per desa.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, laporan ini merekomendasikan transformasi pembangunan berbasis konsolidasi kawasan melalui pembentukan Klaster Agroindustri, Swasembada Pangan, dan Minapolitan yang dikelola secara terpadu melalui Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) dan BUMDes Bersama. Melalui peta jalan 2026–2030 yang berfokus pada penguatan kelembagaan, perbaikan infrastruktur kunci, hilirisasi UMKM, serta sinergi lintas daerah, Kabupaten Lampung Timur diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi, meningkatkan daya saing komoditas, dan memacu pertumbuhan ekonomi perdesaan yang inklusif.

Selengkapnya:

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Author

Redaksi