




Indonesia telah lebih dari dua dekade menerapkan desentralisasi untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Namun, pemerintah daerah masih menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan. Selain keterbatasan kapasitas kelembagaan, ASN muda dan menengah masih memerlukan penguatan kompetensi dalam memahami kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta merancang solusi yang inovatif dan adaptif terhadap permasalahan pelayanan publik. Kondisi ini menuntut pendekatan pengembangan kapasitas yang tidak hanya memperkuat pengetahuan, tetapi juga membangun cara berpikir dan cara kerja baru yang berorientasi pada kebutuhan warga.
Merespons kebutuhan tersebut, The Reform Initiatives (TRI) berkerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri), dengan dukungan Ford Foundation, mengembangkan Program Penguatan Kapasitas ASN melalui pendekatan Design Thinking. Program ini membekali ASN muda dan menengah dengan keterampilan untuk memahami persoalan layanan secara mendalam, mengembangkan solusi inovatif, serta mengimplementasikan aksi perubahan yang berpusat pada masyarakat. Melalui kombinasi pelatihan, pendampingan, dan implementasi di tempat kerja, program ini diharapkan dapat melahirkan agen-agen perubahan yang mampu memperkuat kualitas pelayanan publik dan mempercepat pencapaian Standar Pelayanan Minimal di daerah.
Apakah Anda siap menjadi ASN Champion yang membawa perubahan di daerah? The Reform Initiatives (TRI) bersama BPSDM Kementerian Dalam Negeri membuka kesempatan bagi ASN muda di 7 (tujuh) provinsi untuk mengikuti seleksi Gelombang II Program Pelatihan Design Thinking. Sebanyak 20 peserta terpilih akan memperoleh pelatihan intensif, pendampingan selama empat bulan, serta kesempatan mengimplementasikan aksi perubahan guna mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan dan kesehatan di daerah masing-masing.





Melalui pelatihan ini peserta akan belajar bagaimana menggunakan pendekatan Design Thinking untuk menyelesaikan tantangan pelayanan publik secara lebih kreatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Peserta akan diajak memahami kebutuhan pengguna layanan (Empathize), mengidentifikasi akar permasalahan (Define), mengembangkan berbagai ide solusi (Ideate), membuat purwarupa solusi (Prototype), hingga menguji dan menyempurnakan solusi tersebut bersama pengguna layanan (Test).
Selain keterampilan peserta juga mendapatkan pengetahuan atau materi tentang tata kelola pemerintahan, demokrasi dan partisipasi publik, inovasi pelayanan publik, GEDSI, Perubahan Iklim dan Standar Pelayanan Minimal dari para pakar, praktisi dan akademisi.
Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Setelah pelatihan klasikal, peserta akan mendapatkan pendampingan mentor selama empat bulan untuk membantu mengembangkan dan mengimplementasikan aksi perubahan di instansi masing-masing. Program ini juga menjadi kesempatan untuk belajar bersama ASN dari berbagai daerah, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta menjadi bagian dari komunitas ASN yang terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Secara keseluruhan pembelajaran dalam pelatihan ini adalah 60 Jam Pelajaran (JP).
Calon peserta mendaftar (registrasi), melalui platform pendaftaran online dengan mengisi persyaratan pendaftaran mencakup aspek administratif dan esai.
Pra-pelatihan awal merupakan tahapan awal pelatihan sebagai orientasi peserta pelatihan yang melibatkan atasan atau pimpinan peserta yang terpilih (kepala dinas/badan/kantor). Tujuan utama pra-pelatihan ini adalah menyamakan pemahaman awal tentang SPM, peran ASN dalam pencapaian SPM, serta membangun komitmen pimpinan dan peserta untuk mendukung implementasi hasil pelatihan secara keseluruhan.
Pelatihan tatap muka sebagai rangkaian pengembangan kapasitas ini berfungsi sebagai fondasi pembelajaran yang memberikan pemahaman konseptual, keterampilan analisis dan teknis, serta pengalaman praktik design thinking untuk mendukung SPM
Pendampingan (mentoring) adalah tahapan pelatihan yang bertujuan untuk memastikan peserta menerapkan konsep yang dipelajari (action learning) melalui pendampingan, umpan balik, dan mengakselerasi capaian rencana aksi peserta. Pendampingan ini juga digunakan untuk membangun jejaring pembelajaran antar peserta serta dengan pemangku kepentingan yang lebih luas.
Tahapan akhir dari proses pengembangan kapasitas ASN ini adalah diseminasi hasil yang dikemas dalam bentuk lokakarya praktik baik atau inisiatif perubahan yang dihasilkan oleh para peserta. Pada lokakarya ini setiap peserta mempresentasikan hasil praktik baik dan inisiatif perubahan nyata yang telah dirancang dan diimplementasikan selama proses pembelajaran.
Kami mencari 20 (dua puluh) ASN muda pemerintah daerah kabupaten/kota di tujuh provinsi yang memiliki semangat belajar, berinovasi, dan menjadi penggerak perubahan dalam peningkatan pelayanan publik. Pada Gelombang II, kami membuka kesempatan bagi ASN dari 7 provinsi, yaitu Aceh, Riau, Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Kami mengundang ASN yang siap belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi inovatif bagi pelayanan publik di daerahnya untuk menjadi bagian dari program ini.
Untuk memastikan peserta yang terpilih memiliki motivasi, komitmen, dan potensi sebagai agen perubahan di daerah, proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Seleksi dilaksanakan dengan tiga tahap yaitu (i) seleksi administrasi, (ii) penilaian esai, (iii) seleksi wawancara. Berikut caranya:
Pendaftaran Online
Pendaftaran calon peserta melalui aplikasi online pada link berikut: Https://Bit.Ly/4fvn9te
Seleksi Tahap 1
Seleksi adminsitrasi dan penetapan
Seleksi Tahap 2
Seleksi penilaian esai calon peserta
Pengumuman Seleksi Wawancara
Calon peserta dinyatakan lolos seleksi tahap 2 akan di undang untuk wawancara dari the reform initiatives
Seleksi Tahap 3
Peserta akan melakukan wawancara calon peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap 2
Penetapan Peserta
Penetapan peserta dan undangan peserta untuk mengikuti pelatihan