Pemerintah harus membaca penurunan kepuasan publik sebagai peringatan rapuhnya hubungan agen dan prinsipal yaitu negara dan warga.
Hadi Prayitno
Direktur Eksekutif The Reform Initiatives (TRI)
Laporan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengirimkan peringatan yang sulit diabaikan. Kepuasan warga terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun 30,1 persen dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Masyarakat Indonesia diselimuti ketidakyakinan dan kekhawatiran yang tercermin pada tiga situasi: ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Hanya 15,7 persen warga yang menjadi responden survei menilai kondisi ekonomi dalam keadaan baik. Penilaian baik warga pada kondisi politik dan penegakan hukum juga sangat kecil, masing-masing 13,5 persen dan 26,4 persen. Artinya sebagian besar menilai kinerja pemerintah buruk dan negatif.
Selengkapnya: